Jumat, 12 Juli 2013

hikmah

Saya pernah termakan amarah, waktu masih kelas lima SD. Saya sedang bermain bola, kemudian dari belakang ada ejekan dan karet gelang yang meluncur mengenai tangan dan hati saya. Saya marah, berbalik badan, mengambil batu sebesar kepala anak TK, datang ke anak yang melakukan itu, dan mereka adalah anak kelas enam. Saya lempar batu ke sebelah kepala mereka, mereka yang pada waktu itu duduk bersandar pada dinding menjadi terkejut. belum sempat mereka berdiri, saya tendang kepala mereka semua. Ada seorang yang sempat bangun dan ingin melawan, saya pukul kepalanya dan kemudian semuanya berkumpul dan menenangkan saya. Sejak saat itu saya berpikir, ternyata amarah bisa jadi energi yang sangat kuat dan juga berbahaya. Bisa dibayangkan jika lemparan saya mengenai kepala salah seorang dari mereka, atau tendangan saya membuat mereka buta dan sebagainya. Masalah bisa panjang.

Amarah bisa sumber kekuatan yang tidak bisa dilawan. Dengan amarah banyak terjadi reformasi sampai revolusi, tapi disis lain amarah juga membawa dampak buruk. Banyak manusia yang termakan amarah menjadi manusia-manusia yang pembenci. Membenci segala seusatu agar rasa amarahnya dapat tersalurkan. Dan saya rasa itu tidak bagus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar