Sabtu, 27 September 2014

kisah burung yang terlambat datang ke upacara Sulaiman

laki-laki, perempuan berparade di jalan raya, ada yang memakai pakaian zaman penjajahan, zaman kemerdekaan, zaman sekarang, lebih banyak yang bertelanjang. Anak kecil bersorak riang, bapak ibu sibuk mencari anak mereka yang hilang akibat terlalu riang. para tetua mencemooh keadaan yang tak terkendali, tak seperti zaman dia muda dulu katanya. Ahh, tetua-tetua itu hanya iri tak bisa bertelanjang, kata anak muda lalu terus berciuman. Ini zaman keemasan, dimana laki-laki dan perempuan meraih kebebasan. Tak perlu takut tiang gantungan, polisi moral, atau oknum pejabat yang menjaga kesopanan. "Berbahagialah kalian semua dalam nikmat kebebasan yang tiada kira", suara itu bergema di seluruh kota, terus memburu hati setiap orang agar terus senang-senang. Hari menjelang siang, semua orang terus bersenang-senang, "anggur telah habis" teriak seseorang dari kerumunan. Tiba-tiba semuanya berhenti, para penari berhenti menari, penyanyi berhenti menyanyi, orang-orang yang telanjang seperti bingung mencari pakaian, "bagaimana kita bisa bersenang-senang tanpa anggur", teriak seorang lagi di kerumunan. Orang-orang seperti sepakat dengan orang itu, mereka bergumam bertanya-tanya bagaimana caranya bersenang-senang. Dalam kerumunan yang bingung itu tiba-tiba ada yang berteriak "dia mencuri anggurku", terlihat seseorang lari membawa sebotol anggur. Seua orang mengejarnya, dan ketika pria itu tertangkap, mereka memperebutkan anggur itu. Setiap orang menjadi gila berebut anggur. Dalam sekejab, semua orang terlibat memperebutkan seotol anggur. Semua saling membunuh, dan akhirnya tak ada yang mendapat anggur itu.

Tanpa mereka sadari, burung hud-hud mengamati kejadian itu. Dia sedang terburu-buru. Usut punya usut dia terlambat datang ke upacara Nabi Sulaiman karena seharian mengamati kerajaan dengan ratu cantik yang menyembah matahari. "ahh ini bukan perkara yang menyangkut tegaknya islam" kata burung hud-hud sambil terus berlalu.

2 komentar: