Rabu, 24 September 2014

sore di pinggir jalan

matahari panas sekali, es teh laris dibeli, tukang sapu menciptakan badai debu, gadis cantik menutup muka seperti ninja, tugas menanti sebelum jam setengah enam, saya pusing bukan kepalang, jalanan kabut asap, mobil menyongsong mengejar waktu, sepeda motor itu  semut kecil yang tak takut terlindas, anak kecil jatuh, saya tersentak, ibunya berteriak, darah muncrat, saya sehat, anak kecil sekarat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar