Jumat, 12 April 2013
bercanda bersama bapak bagian pertama
1# suatu sore, bapak bercerita tentang bagaimana ibu, istrinya, begitu tergila-gilanya pada bapak, sampai-sampai ibu rela mendatangi tempat kerja bapak, yang kira-kira jaraknya 2 jam perjalanan dengan bus, hanya untuk bertemu bapak. "Hebat" hanya kata itu yang bisa saya sampaikan begitu mendengar ceritanya. Kemudian, saya bertanya bagaimana caranya, Dia bilang, "bapak dulu ganteng mas", sambil tersenyum dengan sedikit mengangkat alis. Saya bukan anak yang mudah percaya orang tua, jika bapak saya dulu ganteng, seharusnya saya juga, begitu logikanya. Tapi kenyataannya, ah.. lupakan. (saya manis)
Tidak puas mendengar jawaban bodoh itu, saya tanya ibu, dan jawabannya sangat mencengangkan. Ternyata, bapak menyuruh temannya yang berwajah sedikit mirip dengannya, untuk datang bertemu ibu, mengaku-ngaku sebagai saudara bapak dan meminta ibu, belum istrinya waktu itu, untuk mengantar teman bapak itu ke kantor tempat bapak bekerja. Nah, disini menariknya, sesampainya di tempat kerja bapak, saudara gadungan itu langsung menghilang entah kemana, hanya menyisakan ibu yang berdiri berhadapan dengan bapak, belum suaminya waktu itu, sendiri, ditempat yang jauh dari zona nyaman-nya, dan tidak mampu berbuat apa-apa.
2# di suatu pagi, saat saya bertanya, "pak mas mau kerja sambil kuliah". Dia diam sejenak, "dulu kuliah yang bentar lagi kerja malah DO, sekarang disuruh kuliah aja gak usah kerja dulu malah mau kerja, mau-mu gimana sih le,". Saya diam, menunduk dan pergi mandi.
3# pagi itu bapak masih tidur nyenyak, masih jam 5 pagi. Ibu membangunkan bapak, menyuruhnya membeli beras di warung. Bapak bangun, pergi ke kamar adek, membangunkannya dan menyuruhnya membeli beras, disuruh ibu katanya. Adek takut sama ibu, adek beli beras. Bapak tidur lagi
4# saat itu saya masih SD, bapak masih berumur 40 tahun-an. Saya sering bertanya, darimana asal nama "Rijensa", dia bilang itu dia dapat waktu dia sholat tahajjud. Saya pikir, nama saya pemberian Tuhan. Kemudian saat saya sudah SMA, bapak sudah 50 tahun, Ibu bilang nama itu awalnya "Riansyah" tapi karena tukang sensusnya budek (tuli), atau dia sedang mabuk, sehingga yang keluar di akte kelahiran jadi "Rijensa". Saya melihat ke bapak, ingin mengklarifikasi, dia hanya tersenyum dan mengangguk. Itu sudah cukup.
5# bersambung
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar