Kamis, 15 Agustus 2013

Manusia Spons

Melihat kampanye calon gubernur Jawa Timur saya jadi prihatin. Prihatin bukan pada calon gubernurnya, tapi orang-orang yang berada di samping kanan-kirinya. Yang berteriak lebih kencang dari calon gubernurnya, bekerja lebih keras dari calon gubernurnya, yang lebih berkeringat di banding calon gubernurnya. Orang yang selalu ada untuk membuat orang lain yang tidak mengerti bertepuk tangan, berdoa dan mengucap amin. Tipikal orang seperti ini bekerja dengan mekanisme spons. Tahu spons? bukan Bob si spons yang berwarna kuning dan bercelana kotak. Tetapi spons yang biasanya digunakan ibu-ibu modern untuk mencuci piring (ibu-ibu tradisional biasanya menggunakan sabut kelapa).

ini contoh spons ibu modern

*Spons memiliki daya serap yang kuat, dikarenakan rongga besar sehingga memungkinkan terjadinya peristiwa kapilaritas. haha

Orang-orang yang seperti spons itu tidak hanya ada di sekitar para calon gubernur, diluar sana banyak orang model spons. Dalam bahasa yang lebih kasar, orang macam spons ini biasa di sebut penjilat. Meskipun ada sedikit perbedaan diantara keduanya. Manusia spons ini biasanya memiliki loyalitas yang tinggi pada atasannya, mereka akan berusaha melakukan segala sesuatu untuk membuat atasannya puas dengan pekerjaannya, tapi dengan mengharap balasan yang setimpal tentunya. Mereka akan menyerap semua yang di miliki oleh atasannya, perintah, pendapat, dan ajakan. Berharap bisa seperti tuannya atau paling tidak mendekati tuannya.  

Tapi, spons yang di beri air adalah spons yang akan dipakai, dan spons yang dipakai berarti akan diperas dan kehilangan air. Hingga pada akhirnya, spons itu sudah diperas sampai habis, kotor, dan ditinggalkan. Mungkin mereka salah memilih tuan, atau memang takdir menjadi sebuah spons memang seperti itu, saya tidak tahu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar