Senin, 26 Agustus 2013

berbahagialah kita semua yang percaya pada rezeki.

Banyak yang bilang hidup itu seperti roda, kadang di atas kadang di bawah. Terkadang hidup itu semanis gadis cantik kembang desa atau mahasiswi baru idola remaja, tetapi kadang kebalikannya. Tidak ada seorang manusia pun yang tahu kapan seorang manusia berada di atas kapan di bawah, tidak juga peramal, dukun, dan paranormal.  Kepercayaan pada sesuatu yang pasti adalah sebuah wujud ke-absurd-an manusia. Ada sebuah ungkapan (yang saya lupa siapa) yang mengatakan bahwa satu-satunya yang pasti adalah ketidakpastian. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok atau nanti malam, mungkin pagi bahagia, siang bahagia, malam bersedih, atau sebaliknya.

Tetapi manusia sulit menerima kenyataan ini. Kehilangan, kesedihan, atau kesakitan yang di dera sangat sulit untuk di terima sebagai sebuah siklus perputaran roda seperti sebelumnya. Kemudian manusia berusaha mencari penjelasan dari musibahnya tadi, entah dengan cara ilmiah atau tidak ilmiah, tapi yang jelas segala usaha akan dilakukan demi mendapat penjelasan yang dianggap pasti. Tapi, seringkali manusia itu tidak pernah puas. Penjelasan saja tidak cukup, harus ada manusia lain yang salah dan disalahkan. Akibatnya, saling tuduh terjadi, rasa curiga menguat, isu-isu negatif di gemborkan, dan akhirnya terpecah semuanya.

Maka, berbahagialah kita semua yang percaya pada sesuatu yang dinamakan rezeki. Sesuatu yang tidak terikat pada apapun, sesuatu yang manusia tidak bisa kendalikan apalagi menyalahkan sang pemberi dan pencabut rezeki.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar