Tetapi manusia sulit menerima kenyataan ini. Kehilangan, kesedihan, atau kesakitan yang di dera sangat sulit untuk di terima sebagai sebuah siklus perputaran roda seperti sebelumnya. Kemudian manusia berusaha mencari penjelasan dari musibahnya tadi, entah dengan cara ilmiah atau tidak ilmiah, tapi yang jelas segala usaha akan dilakukan demi mendapat penjelasan yang dianggap pasti. Tapi, seringkali manusia itu tidak pernah puas. Penjelasan saja tidak cukup, harus ada manusia lain yang salah dan disalahkan. Akibatnya, saling tuduh terjadi, rasa curiga menguat, isu-isu negatif di gemborkan, dan akhirnya terpecah semuanya.
Maka, berbahagialah kita semua yang percaya pada sesuatu yang dinamakan rezeki. Sesuatu yang tidak terikat pada apapun, sesuatu yang manusia tidak bisa kendalikan apalagi menyalahkan sang pemberi dan pencabut rezeki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar