1
hidupilah aku dengan tawa burukmu yang mungkin tak pernah kau tunjukkan untuk binimu, untuk keluargamu.
hidupilah aku dengan tangan-tangan kasar berkuku runcing yang kau gunakan padaku tapi tidak untuk binimu, untuk keluargamu.
hidupilah aku dari uang hasil kerjamu yang mungkin tidak kau berikan untuk binimu, untuk keluargamu
2
aku, dia, kami adalah satu, tidak sama tapi satu
satu jenis, satu bentuk, satu harga
aku, dia, kami adalah satu, tidak sama tapi satu
satu tempat, satu rasa, satu warna
terkadang kami laku, terkadang aku laku, terkadang dia laku
3
hidup ini tidak seperti pohon kelapa yang semuanya berguna, selalu ada sisa
hidup aku ini sisa, sisa-sisa kehidupan yang dipoles menjadi sesuatu yang berwarna
sisa-sisa dari mereka yang menang atas nama jiwa dan kehormatan
sisa-sisa dari mereka yang tak mampu mengalahkan jiwa dan kehormatan
4
jangan bilang aku kotor, wewangianku memabukkan mereka yang mudah tergoda
jangan bilang aku hina, pakaianku lebih indah dari mereka yang berjalan diatas arena
jangan bilang aku mudah menyerah, kerjaku selalu mengalahkan bulan hingga dia tenggelam
sebut aku terhormat, karena membuat kau bangga pada hidup kalian atas hidup ku yang derita
sebut aku terhormat, karena membuat kau tersenyum pada cermin atas nasib ku yang suram
5
jangan salahkan aku.
tak pernah aku menggoda, aku bukan penggoda
tak pernah aku merayu, aku bukan perayu
mereka yang terpikat, mereka yang terjerat
mereka yang sadar, mereka yang membayar
6
malam ini ramai orang
aku duduk memandang jalan
mereka tertawa, menggoda, dan girang
aku diam, merokok, dan bosan
setiap malam, setiap tamu, setiap tempat
selalu berbeda, selalu menggoda, selalu sama
7
menjadi aku tidak mudah, tidak seperti menjadi ibumu yang susah mengurusmu,
berkorban demi uang yang dihabiskan untuk berdandan, rokok, dan berdandan
menjadi aku itu susah, tidak seperti istrimu yang mudah melayanimu,
berkorban demi pria yang selalu mengumpat dan pergi setelah terpuaskan
apa aku boleh muak? karena mata mereka selalu menatap aku nista
apa aku boleh benci? karena mulut mereka selalu mengatai aku hina
apa aku harus dicaci? karena pekerjaanku tak suci
apa aku perlu lari? karena mereka menginginkan aku mati
8
satu demi satu mereka datang kemudian hilang dengan uang ditangan
satu demi satu mereka singgah kemudian esok pindah menyisakan sampah
satu demi satu mereka pulang kemudian kembali pada istri tersayang
yang tersisa hanya seonggok daging yang berlubang bekas pelampiasan
yang tersisa hanya wanita yang terlentang dengan uang disamping ranjang
yang tersisa hanya hasrat yang hilang karena jijik dengan apa yang dilakukan
9
banyak wanita seperti aku
mereka bekerja bermodal badan
hanya tak mau mengaku
karena malu pada handai taulan
banyak wanita seperti aku
menjual tubuh dengan harga sepadan
hanya tak mau mengaku
karena takut dikenal teman
banyak wanita seperti aku
memamerkan tubuh di depan layar
hanya tak mau mengaku
karena pandai bermain peran
10
mungkin memang aku yang harus dicela karena tak sesuai dengan norma
atau memang mereka yang terlalu mahir bersembunyi dibaliknya
mungkin memang aku yang harus pergi karena terlalu mengotori
atau mereka yang menahanku agar ada tempat mereka sembunyi
kadang hidup menjadi beban, meski tak harus meminta makan
karena keadaan selalu menjadi alasan untuk bekerja malam
dalam keseharian berkecukupan terkadang masih kekurangan
kekurangan alasan untuk men-sah-kan alasan bekerja malam
menjadi aku itu mudah
kembali seperti dulu itu sulit
terlalu jauh jalan kembali
atau terlalu malas untuk kembali
11
tidak cukup dengan kata cukup, tidak, atau hentikan
tidak bisa dengan uang yang jumlahnya beribu
butuh waktu setahun, dua tahun, atau bertahun-tahun
butuh tubuh yang sudah bau, kaku, dan tidak laku
12
bau, kaku, tidak laku
katakan layu pada bunga yang dulu penuh madu
bau, kaku, tidak laku
katakan mati pada bunga yang tak lagi punya malu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar